Home

11 March 2007

Akhir kisah ini...

Detik ini detik terakhirku disini,tempat dimana aku belajar,merintih meronta-ronta dan menahan geram.Dan disinilah pula aku belajar mencari jati diriku,jati diri seorang lelaki yang terus berpikir demi kemajuan bangsa dan negara wekekekekek...just intermezo :p
Intinya pagi ini adalah hari terakhirku duduk di kursi panas komputer \\172.17.1.23(private IP) yang telah berjasa mengajakku jalan-jalan ke dunia maya dan melakukan hal-hal lainnya selama 7 bulan terakhir.Bisa dikatakan disinilah tempatnya orang-orang sabar dan rela penuh keikhlasan ditempa,digembleng,dan didewasakan he..he..he..good luck all my prend keep solidaritas between us.Meskipun aku telah pindah ke tempat kerja yang baru tapi kalian takkan aku lupakan(thanks 4 you all),kondisi kerja beserta atributnya(kan ku kenang sampai usia tuaku..klo belum pikun lho ya..wekekeke).
Terimakasih pada komputer dengan host ID 21 dan 79 buat space datanya,almarhum 123(Debian Linux) karena loe ku temukan banyak lagu-lagu favouritku ex:Be your self-AudioSlave etc. Kursi-kursi biru tempatku merebahkan segala letih dan sakit di badan (kekompakan kalian menopangku adalah jasa terbesarmu), Telepon Panasonic warna putih thanks atas kerelaannya meneruskan suara-suaraku sampai ke rumah,teman,cust,dan semua orang yang aku telpn,Televisi Sharp yang menghiburku melototin film jomblo,mahabarata,FootBall,dll yang tak bisa ku sebutkan satu per satu,Ruangan pantry tempatku bikin teh,susu,kopi dan makan malam,tangga lantai dua tempatku nyantai sambil membakar cigarrets.
Maturnuwun kepada SPV,rekan-rekan TL,rekan-rekan NO,rekan-rekan NCS atas semua solusi dan kerjasama teamnya.Pak Didin,Pak Komar,Pak Kandar,Pak Jozz atas kesediaannya ngobrol,ngopi,smoke together serta menghantarku pulang ke Chase,Mampang,dan Pancoran. Bu Hori',Cak Noer,Lalapan Lamongan,Ketoprak cirebon,Mbak tegal,Teteh,warung Sunda,Sate madura,soto betawi atas nasi dan lauk pauknya,Mie ayam lippo yang enak,Robinson,Blok M,Mall lippo cikarang serta Carefour yang menyediakan barang-barang yang aku butuhkan.
Kini saatnya aku meneruskan perjuangan di tempat baruku (Semarang area),dan biarlah segala kenangan yang dulu pernah kita alami bersama menjadi guru yang terbaik bagi kita semua,masa depan menanti untuk kalian gapai.Akhirnya aku bisa berteriak penuh kelegaan untuk akhir kisah ini.Chayoo!!!

09 March 2007

Siulan malam ini

Hari ini aku nggak ada mood buat ngomong,mikir,ato apalah,yang jelas semuanya terasa kosong.Dipikir susah nggak dipikir tambah susah,lagian apa yang mau dipikir kalo yang dipikir nggak mikirin.Benar-benar dalam kondisi kosong dan lelap,seakan tidak ada grafitasi yang bisa menahanku untuk tetap berpijak di bumi.
Dan perlahan-lahan mata ini kembali sayu seperti kipas yang meniupkan angin secara pelan dan akhirnya daun mataku tertutup dan membawaku ke lelapnya malam,Ya...aku tertidur di sebuah kursi yang kujejer-jejer empat,aku tergeletak sembari merasakan rasa sakit di punggungku,ku pikir hari ini aku kecapekan mungkin,capek mikirin hal-hal yang bikin pusing.Di satu sisi aku 100% di sisi lain aku 10%,berjalan bersama hingga akhirnya entahlah sisa berapa persen(%) hatiku sekarang.
Semakin lelap aku tak sadar di dalam tidurku,hingga pagi membangunkan aku dengan berkas cahayanya.Aku masih belum tau jawaban dari pertanyaan semalam dari kegelisahanku,kebimbangan seorang lelaki normal tentang asal jiwa manusia.Ku nyanyikan sendiri lagu tentang kepastian yang tak tahu kapan aku memberanikan diri,aku masih bersenandung nada ***** (*.red)

17 February 2007

Cahaya kalian untuk kita

Begitu lamanya aku menjalani dan terbiasa hidup tanpa orang lain meninggalkan aku,meski sedikit dari kalian pergi dan terganti.Akupun tak pernah merasakan kesendirian mendalam tanpa kalian semua dan aku pun tak berharap untuk merasakan kesendirian itu menyulut gelap mataku.Sebuah rahasia yang seharusnya tersimpan tak akan lepas dari pengetahuan kalian,begitu juga sebaliknya. Haruskah rahasia yang seharusnya bukan lagi milik diri sendiri tetap disimpan rapat sedangkan lubang jarum telah meniupkan kabar yang tertulis di dalamnya.Sementara jari-jemariku masih berdendang di atas huruf-huruf alphabet ini,aku sendiri masih dalam keadaan tak menentu.
Masih mencari,masih menunggu,masih berharap,masih memohon,masih terus berteriak kata "TIDAK" untuk menelan segala kebusukan yang dipaksakan untuk aku telan sehabis-habisnya dan aku akan terus menolak jika aku dipaksakan untuk menjadi "BUKAN DIRIKU". Waktu ini aku juga masih meninggikan nadaku.
Detik kebebasan masih ku tunggu,aku berharap saat itu aku masih sanggup berteriak untuk merayakan "KEMBALINYA JIWAKU PADA ASALNYA".Di samping itu kalianlah yang menyimpan apa yang aku rasakan, pada kalianlah aku titipkan segala kunci hidup ber"SOSIAL",kepada kalian ingin aku raih segala "YANG AKAN MENJADI NYATA" tapi kita akan menjalani kehidupan kita masing-masing tanpa harus benar-benar bersama dalam detik yang sama.Apakah kalian paham maksutku???Dalam lidah tersimpan jutaan pedang yang tajam,maka kesadaran kalian yang akan menjadi tameng kematian sahabatmu.
Maka ber"CAHAYALAH DENGAN BIJAKSANA" dan "PADAMKANLAH KE-EGOISAN KALIAN" demi hidup lebih baik antara kita tanpa ada rasa saling menyalahkan dan menuduh bahwa aku orang egois disaat kalian lelah."MAAFKAN SAHABATMU" dengan begini aku harap kalian menyadari bahwa hidup penuh teka-teki dan problematika yang harus kita selesaikan dengan menggunakan anugerah yang kita miliki masing-masing.Hentikan omongan tak perlu,tindakan dan perbuatan demi kenyataan yang lebih berarti yang seharusnya kita perbuat."AKU BERUSAHA MEMAHAMI KALIAN" namun selain itu inginku "KALIAN PAHAMILAH AKU", taukah kalian aku seakan mati di sini,aku seperti mummy yang kaku, dan aku tak inginkan hal yang sama ikut kalian rasakan. Kebijaksanaan diantara kita adalah kunci keberhasilan kita bersama,rubahlah takdirmu seperti apa yang kalian inginkan,dan begitu juga aku akan merubah takdirku seperti apa yang aku inginkan.ALLAHUAKBAR!!!