Life can be free if we know about stop. Stop thinking about your neighbors, stop thinking about your friend ability, Just be your self are you. We are created normally different each others. Every single achievement on your own life it come from your God, your hands, and your mind.
14 February 2016
My Comment
unSafe Act Create unSafe Condition, and condition usually created by people. my point that I remember on that day. we start on reality life,whatever we need to create event start with just a dream, or real act. Somebody can use somebody, is it? we are on social life. it does not mean everything can accept with word "social". let's take word "life".
11 June 2015
Kata yang Tak seharusnya diungkapkan
Kali ini kaitannya dengan nasi Dan tai,saya tulis tanpa alih-alih perumpamaan karena tidak ada lagi jeda pembedanya antara asal Dan usul ujungnya.
Ketika kewarnaan yang meredup itupun awalnya ketidakcerahan yang menang. Slogan tentang warna Dan hiruk pikuk membubuhkan goresan nyata yang tergambar setelahnya.
Sekarang mewakili apa yang terjadi saya tuliskan dengan terang bahwa jengah Dan jancuk sama saja asal muasalnya. Gubahan keduanya adalah korelasi dari bolak balik kata tersebut.Demikian.
05 March 2014
Heterogen Paradoks
Ketika saya menulis ini saya dalam keadaan sadar dan nyengir:
1. Menteri BUMN dengan meletup-letup menjawab kritikan dan pertanyaan dari Anggota komisi 9 DPR RI, padahal keduanya tidak mewakili dengan apa yang mereka bahas, tidak satupun dari mereka adalah karyawan outsourcing dari perusahaan, melainkan aktor/aktris dari panggung mereka masing-masing.
2. Betapa kasus aktual terjadi di perusahaan outsourcing yang mana telah menerapkan system 'take it or leave it', saya coba menelaahnya demikian, ketika seorang manusia butuh mereka akan 'take it' seperlunya dan bila perlu akan 'leave it' jika sudah jengah. saya tulis seperlunya karena kapasitas manusia serakus apapun pasti punya batas kerakusannya apapun model dan jenisnya mereka.
3. Kebutuhan manusia itu relative meskipun tidak bisa dikatakan demikian, karena itu adalah naluriah, otomatis dan pasti akan tumbuh,berkurang kalau bisa nambah kenapa harus kurang??hal itu otomatis terjadi mengikuti dentuman jantung dan hirupan nafasnya sampai mereka lupa bernafas masing-masing.
4. Hidup dikota dan desa seandainya harga bumbu dapur serta lauk pauknya sama, tentu tidak menjadi faktor momentum kegundahan, tapi sayangnya tidak demikian, semua berbeda, semua punya bobot nilai tukarnya.kenapa dari kaki manusia hingga pesawat terbang yang membuktikan meningkatnya kualitas transportasi justru menjelma menjadi transaksi didalam payung demokrasi yang menjanjikan kemakmuran.
5. Adakah dampak calistung, dampak kurikulum tematik, dampak playgroup, atau mungkin karena dampak kepandaian mereka yang sungguh luar biasa itu membuat kucing tetangga terkekeh kekeh melihat spanduk bergambar dan bertuliskan gelar hebat.
6. Dua arah saling menggiring, condong kemana? bangsa ini masih bermain teka teki,bermain angka untuk saling bersaing menjadi Raja atau Ratu negeri komedi, selama masih doyan joget dan teater atau drama ayat televisi, asalkan kalian senang mari kemari, ujungnya kemana urusan nanti.
1. Menteri BUMN dengan meletup-letup menjawab kritikan dan pertanyaan dari Anggota komisi 9 DPR RI, padahal keduanya tidak mewakili dengan apa yang mereka bahas, tidak satupun dari mereka adalah karyawan outsourcing dari perusahaan, melainkan aktor/aktris dari panggung mereka masing-masing.
2. Betapa kasus aktual terjadi di perusahaan outsourcing yang mana telah menerapkan system 'take it or leave it', saya coba menelaahnya demikian, ketika seorang manusia butuh mereka akan 'take it' seperlunya dan bila perlu akan 'leave it' jika sudah jengah. saya tulis seperlunya karena kapasitas manusia serakus apapun pasti punya batas kerakusannya apapun model dan jenisnya mereka.
3. Kebutuhan manusia itu relative meskipun tidak bisa dikatakan demikian, karena itu adalah naluriah, otomatis dan pasti akan tumbuh,berkurang kalau bisa nambah kenapa harus kurang??hal itu otomatis terjadi mengikuti dentuman jantung dan hirupan nafasnya sampai mereka lupa bernafas masing-masing.
4. Hidup dikota dan desa seandainya harga bumbu dapur serta lauk pauknya sama, tentu tidak menjadi faktor momentum kegundahan, tapi sayangnya tidak demikian, semua berbeda, semua punya bobot nilai tukarnya.kenapa dari kaki manusia hingga pesawat terbang yang membuktikan meningkatnya kualitas transportasi justru menjelma menjadi transaksi didalam payung demokrasi yang menjanjikan kemakmuran.
5. Adakah dampak calistung, dampak kurikulum tematik, dampak playgroup, atau mungkin karena dampak kepandaian mereka yang sungguh luar biasa itu membuat kucing tetangga terkekeh kekeh melihat spanduk bergambar dan bertuliskan gelar hebat.
6. Dua arah saling menggiring, condong kemana? bangsa ini masih bermain teka teki,bermain angka untuk saling bersaing menjadi Raja atau Ratu negeri komedi, selama masih doyan joget dan teater atau drama ayat televisi, asalkan kalian senang mari kemari, ujungnya kemana urusan nanti.
09 March 2013
Merah Ke Biru
Pada akhir bulan dua tahun duaributigabelas ini aku memilih untuk menyudahi rasa bentrokan yang ada, sarapan pagiku secangkir kopi pahit dan rentetan cerita seperti kaset kusut yang diputar berulang kali. perpindahanku meninggalkan ibu kota lautan api hampir tak berbekas karena singkatnya waktu dan kekosongan rasa dalam keseharian.
bulan dua hanya perlu dua hari untuk menyudahi, aku putuskan untuk meninggalkan bandung. Tujuanku adalah pulang ke kota budaya jawa (solo) dan kulanjutkan ke kota darurat mataram kuno(nganjuk). akan ku sisihkan waktu untuk keluargaku,kebun,sawah,dan kursi kayu teras, kursi bambu warung nasi pecel langgananku didepan pasar.
sore akhir bulan dua cerita berjalan berbeda, ada takdir lain yang harus ku lanjutkan, sebuah tugas ditempat berbeda, aku kembali ke ibukota untuk menceritakan kisah ini. bukan di sudirman tempat lama (merah), kali ini di iskandar muda,kota selatan ibukota aku harus meluangkan waktu, menjalankan amanah dari yang Kuasa menitipan tugas baru ditempat baru (biru) untuk ku. Perjalanan ini memang untuk dilalui tanpa harus ada perdebatan dalam diri,keyakinan atas kekuatan besar yang menuntun menguatkan hati.
20 January 2013
Bumi menjawab
hiruk pikuk ibukota yang mendadak di datangi tamu yang melantunkan nyayian berkubik-kubik air sungai yang menyambangi jalan protokol. itulah peristiwa pada hari kamis 17 Januari 2013. tidak biasanya air itu menolak dan menegur manusia ibu kota yang setiap hari terkesan angkuh dan melenggang santai menjejali rumah air dengan tumpukan sampah.
Saya pikir ini jawaban dari sekian lama air bersabar akan ulah manusia yang begitu tidak menghargai keseimbangan ekosistem, dimana letak sampah bukanlah disungai, rumah manusia tak seharusnya menggusur wilayah sungai,
Urbanisasi tanpa kesadaran memang sungguh menjadikan ibukota surga sampah, makan dari hasil sampah adalah salah satu mengapa urbanisasi merajalela, jika di desa mungkin tidak sebanyak sampah di TPA jakarta, di desa kita masih memiliki sedikit lahan untuk membakar sampah, dan menjadikannya tanah. Apakah modernisasi mulai menggusur kesadaran penduduk negeri nusantara ini?
Sejarah besarnya bangsa Nusantara dahulu seperti santapan pembumbung dada, yang dibanggakan tanpa diwarisi hikmahnya sama sekali oleh generasi penerus, menjadikan terkikisnya toleransi pada alam semesta, menggerus kekayaan alam untuk melenggangkan nafsu perutnya, tanpa ampun meluluhlantahkan bumi, dan tanpa sadar bumi akan mengajak manusia untuk kembali ke bumi (mati karna bencana).
Urbanisasi tanpa kesadaran memang sungguh menjadikan ibukota surga sampah, makan dari hasil sampah adalah salah satu mengapa urbanisasi merajalela, jika di desa mungkin tidak sebanyak sampah di TPA jakarta, di desa kita masih memiliki sedikit lahan untuk membakar sampah, dan menjadikannya tanah. Apakah modernisasi mulai menggusur kesadaran penduduk negeri nusantara ini?
Sejarah besarnya bangsa Nusantara dahulu seperti santapan pembumbung dada, yang dibanggakan tanpa diwarisi hikmahnya sama sekali oleh generasi penerus, menjadikan terkikisnya toleransi pada alam semesta, menggerus kekayaan alam untuk melenggangkan nafsu perutnya, tanpa ampun meluluhlantahkan bumi, dan tanpa sadar bumi akan mengajak manusia untuk kembali ke bumi (mati karna bencana).
25 November 2012
Cita-citaku
Ada pesan seorang sahabat di seberang yang membuatku menjadi teringat akan angan-anganku yang tak jauh dari bulan ini, pada saat membacanya aku mulai berpikir untuk melanjutkan kembali menyisihkan untuk dapat segera mewujudkan kewajiban itu.
Awalnya adalah sebuah tantangan bahwa menyempurnakan ibadah itu membutuhkan dua unsur lahir dan batin yang harus dipersiapkan. pasangan hidupku pun mendukungnya selain tentunya kedua orangtuaku. bahkan awalnya kita berencana untuk berangkat bersama rombongan satu keluarga, Ya Allah semoga Engkau mudahkan keinginan hambaMu ini untuk dapat memenuhi kewajiban.
Wahai sahabat meski kita sudah lama tak bertemu, engkau masih ingat dan mengingatkan untuk kembali menumbuhkan cita-citaku. itu yang terpenting bahwa sahabat adalah orang yang mengingatkan.
03 November 2012
Cerita SKCK negeri Indonesia
Sekali lagi, mungkin pengalaman berjuta kali dari penduduk Warga Negara Indonesia, bermula ketika mengurus SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian. Empat tahun lalu diinfokan melalui surat keterangan RT/RW dan Kelurahan setempat, kemudian di Polsek dan Polres. Sebenarnya dari sisi Polsek saja sudah cukup apabila SKCK untuk melamar pekerjaan swasta, dan di Polres apabila untuk melamar PNS/BUMN.
Setahun lalu Pak Polisi berucap untuk memperpanjang SKCK hanya membawa photocopy KTP dan SKCK yang lama sudah cukup, dalam benakku Alhamdulillah dipermudah sekarang, jadi sebagai warga negara tidak perlu repot mondar-mandir.
Sekarang di tempat yang berbeda dari sharing seorang kawan berucap, untuk mengurus SKCK harus mutlak memakai sidik jari dari Polres, sontak aku kaget..kenapa jadi riber lagi? mari berpikir ideal sebagai generasi muda :
1. Lihat tujuan dan maksutnya, apabila sudah ada keterangan dari RT/RW dan Kelurahan setempat dan tertuju kepada SKCK yang diterbitkan oleh Polsek untuk apa sidik jari perlu ke Polres? dan harus kembali lagi ke Polsek untuk mendapatkan secarik kertas SKCK.
2. Jika infrastruktur kepolisian dibangun dengan baik tentunya kita sebagai warga negara tidak direpotkan dengan gaya birokrasi yang hobi membuat masyarakat pusing bolak balik dibingungkan peraturan yang "aneh". Contoh : Sidik jari itu apakah terdata dan terarsip dengan baik? sebagai orang awam tentu saya meragukan itu, sebab apa? pengalaman saya membuat SIM dan SKCK selalu di sidik jari ulang berkali-kali bahkan proses perpanjangan SIM juga. untuk apa berkali-kali kalau memang di database tidak tercatat pernah melakukan tindakan melanggar hukum.
Kembali lagi masyarakat yang dirugikan dari sisi moril (lelah) maupun materiil (ongkos) sebagai pelayan masyarat baik itu Kepolisian maupun birokrasi Pemerintah daerah atau apapun namanya yang disebut sebagai pelayan masyarakat harus benar-benar dibenahi moralnya dulu supaya tahu benar mereka diberikan amanah untuk saling membantu.
sepertinya semboyan kehilangan ayam ditambah sapi itu belum bisa dihapus dari budaya birokrasi negeri carut marut ini. polisi oh polisi sejarah sudah menggariskan walau tidak semua anggotanya bersikap buruk tetapi lembaganya ikut malu.
sekedar info kisah nyata ini terjadi dengan hasil akhir SKCK tidak didapatkan setelah petugas ngomel-ngomel gara-gara pengisah melaporkan ke Polres dan pihak Polres mengatakan untuk swasta tidak perlu sidik jari, tetapi petugas polsek masih ngeyel dengan arogan.
wahai para pemimpin cobalah "melek" cobalah mengerti.
03 October 2012
kesederhanaan yang istimewa
22-September-2012 adalah saat dimana salah satu dari keinginanku memiliki tempat tinggal sendiri telah terpenuhi. Terbayar lunas! Syukur Alhamdulillah segala puji bagi Tuhan semesta alam yang memberikan jalan kemudahan untukku dan keluargaku mencapai cita-cita sederhana itu.
Awalnya tak terbayangkan bisa menggapainya. Tetapi rahasia Tuhan.. Allah SWT memang sungguh luar biasa. Sebuah kerja keras pasti ada manfaat yang bisa diraih karenaNya. Awal tahun mencoba mencari-cari, cara, apapun itu dan tak pernah diduga... just do it first and let we know what will happen to us. Mungkin itu awal mulanya, tetapi tetap diperlukan sebuah rencana untuk mencapainya.
Saat ini mencoba memulai dari awal, dimana rencana lain menunggu untuk diwujudkan. Tak perlu mencari kesempurnaan milik orang lain, jika kesederhanaan diri kita ternyata adalah hal istimewa bagi sekitar kita sendiri.
15 June 2012
coret-coret republik. 2
Ibarat daun, rumput, apapun yang akan dengan ikhlas melepaskan singgasananya tanpa di komando, hanya kesadarannya yang mengiringinya. Waktu adalah batasan bagi siapapun, tapi mengapa segelintir kemampuan yang dimiliki oleh manusia seolah ambisi merengkuh segalanya untuk ditanam dipijakan ego kakinya. Sebuah dosa ma nusia yang mumpuni cukup membuat punya malu, tapi tak cukup sadar jua?
Mungkin itu sebab tak ada kemajuan bangsa, regenerasi produktif tidak pernah di indahkan dan di terapkan,manusia bukan jamannya lagi berkuasa, manusia tua sudah saatnya legowo, meng estafetkan masa jaya negeri kepada generasinya. Ini mengapa malah membudaya? Cobalah tengok hasil kecerobohanmu hai manusia tua, kau hamili istrimu untuk anak yang akan kau telan rejekinya demi kepuasanmu sendiri? Anak tetanggamu pun juga begitu, karena mnuia itu sama dan terus begitu selama siklusnya masih ada.
Masa pensiun yng lama, pemimpin yang tua dan masih ego dengan jaket kolotnya, lihat ribuan anak muda yang menunggumu purna! Pengusaha kaya itu hendak mengambil mereka, tapi kau ciptakan lagi generasi penunggu. Demokrasi yang sakit amnesia menelan korban ratusan juta jiwa, pmimpin tua masih mengelus pantatnya diatas sofa tahta. Figure yang dipercaya tak lagi ada yang murni, semua atas dasar fanatik dan kepentingan golongan, kebohongan atas nama demokrasi masih dipaksakan dijadikan kudapan manusia penunggu.
Kalau pendiri perangkat lunak, mau mundur dan mengabdikan diri pada kemanusiaan, teman satunya sudah mati sudah takdirnya, di negri ini masih sibuk dengan memperkaya diri. Betapa romantisnya budaya Korupsi, Kolusi, dan dinasti nepotisme di negri ini. Warisan leluhur yang begitu bngga disandang dan dilestarikan anak cucunya. Bangsa yng besar adalah yng bisa membudayakn korup berjamaah dan sakit lupa saat ketahuan boroknya. Malu... malu.. dimana malumu?!? sudah rusakkh mentalmu wahai manusia tua? Inginkah kau sejarah nanti menuliskan nama bangsamu yang dulu besar menjadi kerdil? warisan itukah untuk keturunanmu? Miris aku melihat ulahmu wahai manusia tua. Mungkin bukan salahmu seorang, tapi kenapa kau biarkan bangsamu menabung malu?
10 June 2012
coret-coret republik.1
Untuk kesekian kalinya,malam menggiringku untuk menuliskan tentang sela-sela perjalanan,kisah untuk sesekali diingat,kisah untuk secuil simpul senyum,untuk diingat dan di review kembali.
Ada pikiran yang mengusikku setiap hari diluar kehidupanku, tentang kehidupan bangsaku,apa yang bisa menselaraskan pola pikir berimbang utuk dapat mencapai kata gemah ripah loh jinawi,tentrem kertoraharjo?kenapa masih ada yang bertopeng dan mentidakadakan rasa malu pada kisah perjuangan sesepuh dari belenggu penjajahan. Apa iya,warisan bangsa adalah budaya saling tikam,korup,dan munafik?apa memang dunia politik itu mewajibkan pemuasan pribadi,golongan lebih dahulu,sampai satu partai diberondong masalah memalukan.
Pencitraan yang memalukan disajikan didalam negara yang sudah apatis terhadap pemimpinnya. Ataukah karena peraturan internasional saja kita jadi ikut diperbudak oleh tulisan.
Sumber daya manusia adalah kunci memperbaiki semua kerusakan yang ada karena manusia memang diciptakan sebagai khalifah di bumi. Apa jadinya kalau generasi mudanya hanya bisa sibuk mencari sesuap nasi dengan ngamen,ngemis?sekolah mahal untuk apa?untuk memperkaya kelompok?apa untuk pembangunan fasilitas pendidikan?apanya yang dibangun?sunggug memalukan dunia pendidikan kini menjadi lahan bisnis.
Sufsh sepantasnya kebodohan akan merangkul generasi masa depan,jika kebijakan yang monoton mengabaikan dasar pancasilanya sendiri.
Apanya yang terbarukan?apanya yang bermutu?jika pengkastaan dipakai acuan?menteri pendidikan yang lupa dan terbungkus kotak tidak akan melihat situasi kasta tersebut.
Menteri bumn,esdm yang terfokus kedepan juga tidak akan sempat memikirkan dasar kelemahan sistem yang ad,karena dikelabuhi bawahannya.
Menteri aparatur negara juga teoritis dalam melihat jumlah tena ga honorer vs PNS aktif, mungkin seleksi alam dan uang satu-satunya jalan keluar para penunggu nasib itu.
Kalau menterinya saja asik,apalagi presiden sebagai managernya?
31 December 2011
Akhir-Awal tiap Tahun
Penghujung tahun duaribu sebelas, mengulang kembali peristiwa 5tahun yang lalu, diibukota negara republik indonesia, membuka notebook menjejerkan peristiwa yang terpapar memori. mengulas luapan emosi dan mereposisi satu sisi kekurangan diri menjadikannya berarti untuk direnungi dan diperbaiki.
perhelatan bulan-bulan mendekati ujungnya, tiap separuh waktu gemuruh mendatangi untuk kembali menjajal keseimbangan pola pikir, deretan lagu lokal dan luar mendentumkan iramanya lewat nada yang mengetuk gendang telinga, mencoba meluapkan dan menjabarkan satu persatu ungkapan semangat untuk menentukan arah.
impian membangun sebuah kotak dan berisi canda tawa masih menjadi satu titik poros pandangan mataku. meski semua tak dapat dipastikan dengan rumus angka, tapi rumus laju hidup akan mengkalkulasi probabilitasnya dengan sendiri. mengarahkan jalan yang hebat untuk menjadi titik terang yang memang itu adanya. meyakinkan diri bahwa Tuhan bukanlah pemain catur melainkan Maha Penolong dan telah mengatur setiap jalur.
Relativitas adalah seni dalam menjalani kehidupan, itulah kenapa teori relativitas sangat terkenal (aku pikir), bukan hanya sekedar teori, melainkan tanpa sadar kita lakoni dalam tiap harinya. naik turun kanan kiri atas bawah adalah dimana kita harus berusaha memposisikan diri agar tidak tergencet dalam situasi stagnan dan kaku, itulah kenapa Tuhan selalu mengingatkan kita ditiap panggilannya.
the things that cross over make all of things can be better, the truth that make our believe coming.
Happy new Year all. Be your self.
perhelatan bulan-bulan mendekati ujungnya, tiap separuh waktu gemuruh mendatangi untuk kembali menjajal keseimbangan pola pikir, deretan lagu lokal dan luar mendentumkan iramanya lewat nada yang mengetuk gendang telinga, mencoba meluapkan dan menjabarkan satu persatu ungkapan semangat untuk menentukan arah.
impian membangun sebuah kotak dan berisi canda tawa masih menjadi satu titik poros pandangan mataku. meski semua tak dapat dipastikan dengan rumus angka, tapi rumus laju hidup akan mengkalkulasi probabilitasnya dengan sendiri. mengarahkan jalan yang hebat untuk menjadi titik terang yang memang itu adanya. meyakinkan diri bahwa Tuhan bukanlah pemain catur melainkan Maha Penolong dan telah mengatur setiap jalur.
Relativitas adalah seni dalam menjalani kehidupan, itulah kenapa teori relativitas sangat terkenal (aku pikir), bukan hanya sekedar teori, melainkan tanpa sadar kita lakoni dalam tiap harinya. naik turun kanan kiri atas bawah adalah dimana kita harus berusaha memposisikan diri agar tidak tergencet dalam situasi stagnan dan kaku, itulah kenapa Tuhan selalu mengingatkan kita ditiap panggilannya.
the things that cross over make all of things can be better, the truth that make our believe coming.
Happy new Year all. Be your self.
22 October 2011
sesuatu banget
setelah angka empat, berikutnya adalah angka delapan. apa makna dari delapan yang dimaksud adalah empat kali dua sama dengan delapan, dan delapan dibagi empat adalah dua. di tahun depan bulan kedua akan coba kita lihat apa yang terjadi.
seakan tidak ingin menunggu terlalu lama dalam melalui kisah yang pernah terjadi, protokoler dan terkesan formalis, seandainya tidak ada kata egois dalam sebuah sistem praktis, terharap akan berjalan manis.
seperti sebuah tebakan isi buah manggis, begitu berbeda dengan buah mangga, sama halnya dengan apa yang sedang dilalui saat ini. sesuatu yang tidak ataupun pasti, semua bukan menjadi sesuatu lagi. hanya jalani syukuri
seakan tidak ingin menunggu terlalu lama dalam melalui kisah yang pernah terjadi, protokoler dan terkesan formalis, seandainya tidak ada kata egois dalam sebuah sistem praktis, terharap akan berjalan manis.
seperti sebuah tebakan isi buah manggis, begitu berbeda dengan buah mangga, sama halnya dengan apa yang sedang dilalui saat ini. sesuatu yang tidak ataupun pasti, semua bukan menjadi sesuatu lagi. hanya jalani syukuri
29 July 2011
Kombinasi Angka 4
Begitu banyak hal yang untuk dikenang, empat tahun empat bulan bukanlah waktu yang singkat, kebetulan kombinasi 4 (tahun) 4 (bulan) bukanlan rancangan manusia, ini semua rancangan Tuhan YME. Berawal dering telepon di jam 4 sore lebih 23 menit pertama kali saat di Jalan Raya Klaten membuka perjalanan baru.
Rangkaian gerbong kereta jarak jauh mengantarku dengan doa, semoga ini awal yang baik untuk semua. Meskipun bukan kunjungan yang pertama di kota pusat. Kepastianku untuk memutuskan sudah sampai disini, memberanikan diri untuk berkata 'selamat tinggal kota solo' adalah hal yang membuatku haru, tapi aku harus tetap maju.
Sebuah perjalanan yang harus dilanjutkan untuk masa depan.
terimakasih atas keramahtamahanmu Surakarta.
Rangkaian gerbong kereta jarak jauh mengantarku dengan doa, semoga ini awal yang baik untuk semua. Meskipun bukan kunjungan yang pertama di kota pusat. Kepastianku untuk memutuskan sudah sampai disini, memberanikan diri untuk berkata 'selamat tinggal kota solo' adalah hal yang membuatku haru, tapi aku harus tetap maju.
Sebuah perjalanan yang harus dilanjutkan untuk masa depan.
terimakasih atas keramahtamahanmu Surakarta.
08 April 2011
Kunci berhasil
Alhamdulillahirabbil'alamin.
Hari ini adalah hari dimana aku menemukan jawaban dari penantian 3.5 tahunku. Semangatku aku dapatkan dari sebuah buku 'the secreet the power' by Rhonda Bryne dimana ada salah satu sub tema nya adalah pikiran positif yang coba ditanamkan disaat bangun pagi. intinya Jikalau ingin berhasil yakinlah akan berhasil.
Seperti yang pernah aku tuliskan sebelumnya dalam artikel "Untuk jadi renungan". Semuanya tidak akan terwujud jika hanya menunggu dengan perasaan penuh dengan keluhan pada keadaan dan menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi. Semuanya butuh proses entah itu pahit ataupun manis, bahwa keyakinan akan keajaiban daya, upaya dan doa merupakan kunci dari keberhasilan.
Semoga menjadi manfaat.
Hari ini adalah hari dimana aku menemukan jawaban dari penantian 3.5 tahunku. Semangatku aku dapatkan dari sebuah buku 'the secreet the power' by Rhonda Bryne dimana ada salah satu sub tema nya adalah pikiran positif yang coba ditanamkan disaat bangun pagi. intinya Jikalau ingin berhasil yakinlah akan berhasil.
Seperti yang pernah aku tuliskan sebelumnya dalam artikel "Untuk jadi renungan". Semuanya tidak akan terwujud jika hanya menunggu dengan perasaan penuh dengan keluhan pada keadaan dan menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi. Semuanya butuh proses entah itu pahit ataupun manis, bahwa keyakinan akan keajaiban daya, upaya dan doa merupakan kunci dari keberhasilan.
Semoga menjadi manfaat.
14 February 2011
Keluhku pada Bangsaku
Jika aku menjadi presiden di negeriku tercinta ini :
1. Akan kujadikan diriku sebagai hamba yang takut akan TUHAN Yang Maha Esa,
2. Akan ditindak tegas, dengan cepat dan seksama para aparatur negara yang bertindak tidak profesional serta tidak amanah dalam melayani masyarakat demi memperkaya kehidupan pribadi dan golongannya.
3. Koruptor dan Oknum Penegak Hukum yang telah dengan sengaja maupun tidak sengaja dan dengan sadar maupun tidak merencanakan untuk bermufakat menipu bangsa dan negara demi kepentingan pribadinya , akan dimiskinkan dan diberikan pembelajaran yang pantas agar jera bagi siapapun yang ingin mengikuti jejaknya.
4. Para pekerja TKI dan TKW yang berprofesi sebagai PRT,Buruh,dll yang tidak dihargai azas kemanusiaannya tidak akan dilanjutkan pengirimannya ke luar negeri demi harkat dan martabat bangsa, dan demi keselamatan pekerja tersebut.
5. Menjadikan bangsa Indonesia benar-benar sesuai dengan cita-cita luhur UUD 1945 dan berpedoman pada Pancasila, serta budipekerti yang luhur sebagaimana para pejuang terdahulu ajarkan dan harapkan kepada generasi penerusnya.
sudah jenuh aku melihat bangsaku dipimpin oleh orang-orang yang terlalu malas melihat sekitarnya dengan klaim sebagai berikut :
1. menilai ekonomi naik padahal ekonomi hanya milik orang kaya.
2. menilai bahwa teknologi maju pesat, padahal teknologi hanya dimonopoli bangsa asing.
3. menilai tingkat kejahatan korupsi turun, padahal para pelaku korupsi masih dapat hidup nikmat tanpa terlihat muka malu atas bangsanya.
4. menilai kemakmuran hanya sebatas pada rupiah, tapi acuh terhadap rakyat yang meneriakkan keadilan dalam hukum dan kemanusiaan.
5. menilai bahwa aparat negara profesional, padahal calo dan penjahat pengangkatan pegawai negeri makin merajalela dan terbiarkan tanpa disentuh. Orang pasar tradisionalpun tahu akan peristiwa para bajingan berseragam bertransaksi jual posisi. huh makin jijik aku melihat muka koruptor itu.
Apa tak ada lagi rasa malu pada para pejuang yang rela mengorbankan harta dan jiwanya demi satu kata MERDEKA, sungguh ironi negriku. Kini negriku yang makmur dan adil sejahtera hanya tinggal kenangan dan cita-cita yang meragukan.
1. Akan kujadikan diriku sebagai hamba yang takut akan TUHAN Yang Maha Esa,
2. Akan ditindak tegas, dengan cepat dan seksama para aparatur negara yang bertindak tidak profesional serta tidak amanah dalam melayani masyarakat demi memperkaya kehidupan pribadi dan golongannya.
3. Koruptor dan Oknum Penegak Hukum yang telah dengan sengaja maupun tidak sengaja dan dengan sadar maupun tidak merencanakan untuk bermufakat menipu bangsa dan negara demi kepentingan pribadinya , akan dimiskinkan dan diberikan pembelajaran yang pantas agar jera bagi siapapun yang ingin mengikuti jejaknya.
4. Para pekerja TKI dan TKW yang berprofesi sebagai PRT,Buruh,dll yang tidak dihargai azas kemanusiaannya tidak akan dilanjutkan pengirimannya ke luar negeri demi harkat dan martabat bangsa, dan demi keselamatan pekerja tersebut.
5. Menjadikan bangsa Indonesia benar-benar sesuai dengan cita-cita luhur UUD 1945 dan berpedoman pada Pancasila, serta budipekerti yang luhur sebagaimana para pejuang terdahulu ajarkan dan harapkan kepada generasi penerusnya.
sudah jenuh aku melihat bangsaku dipimpin oleh orang-orang yang terlalu malas melihat sekitarnya dengan klaim sebagai berikut :
1. menilai ekonomi naik padahal ekonomi hanya milik orang kaya.
2. menilai bahwa teknologi maju pesat, padahal teknologi hanya dimonopoli bangsa asing.
3. menilai tingkat kejahatan korupsi turun, padahal para pelaku korupsi masih dapat hidup nikmat tanpa terlihat muka malu atas bangsanya.
4. menilai kemakmuran hanya sebatas pada rupiah, tapi acuh terhadap rakyat yang meneriakkan keadilan dalam hukum dan kemanusiaan.
5. menilai bahwa aparat negara profesional, padahal calo dan penjahat pengangkatan pegawai negeri makin merajalela dan terbiarkan tanpa disentuh. Orang pasar tradisionalpun tahu akan peristiwa para bajingan berseragam bertransaksi jual posisi. huh makin jijik aku melihat muka koruptor itu.
Apa tak ada lagi rasa malu pada para pejuang yang rela mengorbankan harta dan jiwanya demi satu kata MERDEKA, sungguh ironi negriku. Kini negriku yang makmur dan adil sejahtera hanya tinggal kenangan dan cita-cita yang meragukan.
11 February 2011
Romance in problem
Genap tiga hari antara kau dan aku mencari pembenaran ego masing-masing. menuturkan kata-kata yang membuatku kian runtuh dengan keadaan. Tak begini inginku menjalaninya, atas dasar alasan apapun aku tak sungguh tak inginkan kekacauan mengisi sela-sela waktu. Serasa aku tertikam ujung bambu yang membelah urat nadi. Aku mati rasa akan sikapku sendiri padamu, karena aku sungguh tak mengerti maksud hatimu saat itu.
Teraniaya oleh tindakan yang menaburkan asa. Berharap kekacauan berlalu dan akan ada lagi kedamaian yang menjadikan kejernihan pikiran kau dan aku. Makna yang dapat aku suratkan padamu kasihku : "Kita begitu berbeda dalam semua, Kecuali dalam cinta".
Teraniaya oleh tindakan yang menaburkan asa. Berharap kekacauan berlalu dan akan ada lagi kedamaian yang menjadikan kejernihan pikiran kau dan aku. Makna yang dapat aku suratkan padamu kasihku : "Kita begitu berbeda dalam semua, Kecuali dalam cinta".
31 January 2011
Untuk jadi renungan
terkadang orang tidak pernah mau mencoba berpikir sejengkal, karena dia pikir bahwa berpikir lagi pun tidak akan pernah ada jawabannya. Sadarkah dengan tidak sengaja ia telah mencoba berpikir juga? namun dominasi yang ada didalam pikirannya saat itu adalah JAWABAN is NULL / kosong.
Sebagai cerminan coba sekarang anda berhadapan dengan cermin lalu katakan "SIAPA AKU?" maka jawaban yang ada hanyalah muncul dari bibir anda juga. begitulah sebaliknya teori sederhana bahwa Hidup anda tergantung pada anda sendiri. Cara berpikir dan menyikapi segala sesuatu adalah langkah awal yang harus dikuasai oleh masing-masing orang dalam hidup dan berkehidupan.
Hidup instant bukan jalan termudah, setiap waktu yang telah kita lewati tidaklah hal yang instant, semuanya adalah proses, meskipun sedikit dari kita yang sadar akan hal itu. Betapa tidak menghargainya hidup apabila hanya menginginkan hidup instant tanpa merasakan usaha sedikitpun, tanpa sadar apa yang telah dilakukan dengan cara instant adalah mempercepat rasa malas dan pemobodohan terhadap diri sendiri itu menggerogoti hati.
Pendewasaan diri adalah pilihan saat masih diberi kesempatan, siapa yang tahu akan kesempatan itu masih ada atau tidak?? yang pasti adalah saat ini jika kita masih diberikan waktu maka saat inilah kesempatan itu ada, Bukan besok atau lusa!!
Semoga berkenan untuk jadi renungan kita semua.
Sebagai cerminan coba sekarang anda berhadapan dengan cermin lalu katakan "SIAPA AKU?" maka jawaban yang ada hanyalah muncul dari bibir anda juga. begitulah sebaliknya teori sederhana bahwa Hidup anda tergantung pada anda sendiri. Cara berpikir dan menyikapi segala sesuatu adalah langkah awal yang harus dikuasai oleh masing-masing orang dalam hidup dan berkehidupan.
Hidup instant bukan jalan termudah, setiap waktu yang telah kita lewati tidaklah hal yang instant, semuanya adalah proses, meskipun sedikit dari kita yang sadar akan hal itu. Betapa tidak menghargainya hidup apabila hanya menginginkan hidup instant tanpa merasakan usaha sedikitpun, tanpa sadar apa yang telah dilakukan dengan cara instant adalah mempercepat rasa malas dan pemobodohan terhadap diri sendiri itu menggerogoti hati.
Pendewasaan diri adalah pilihan saat masih diberi kesempatan, siapa yang tahu akan kesempatan itu masih ada atau tidak?? yang pasti adalah saat ini jika kita masih diberikan waktu maka saat inilah kesempatan itu ada, Bukan besok atau lusa!!
Semoga berkenan untuk jadi renungan kita semua.
30 December 2010
9 pertanyaan untuk Negara
Ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan pada pemimpin bangsa :
1. Seberapa peduli Negara terhadap anak bangsa yang berprestasi ???
2. Seberapa keras usaha yang dikeluarkan oleh negara untuk menciptakan anak bangsa yang produktif dan mandiri ???
3. Seberapa pantaskah wakil rakyat disebut sebagai Dewan yang terhormat, sementara yang diwakilinya sama sekali jauh dari hidup nikmat ???
4. Seberapa adilkah hukum dinegeri ini bagi semua kalangan tak terkecuali ???
5. Seberapa cepat respon yang akurat terhadap kejadian-kejadian ekonomi,politik,media, issue SARA, dan hal-hal yang notabene membuat ketenangan dan kejayaan bangsa terusik ???
6. Seberapa niatnya negara mengakhiri kejayaan Korupsi di negeri yang tercinta ini ???
7. Seberapa tegas seorang pemimpin berani mengambil sikap demi kepentingan bangsa dan negara. meski dicerca orang banyak ???
8. Seberapa besar keinginan bagi seluruh bangsa untuk merubah sikap, merubah mental, merubah cara hidupnya yang malas untuk menjadi bangsa yang modern, cerdas, maju dan kompetitif ???
9. Seberapa peka terhadap perubahan yang terjadi begitu cepat, begitu tak terduga, sehingga sikap-sikap untuk mengatasi cepatnya perubahan dapat segera diambil dengan cepat, tepat, dan akurat ?? tanpa memberi ruang bagi orang-orang keparat dan bejat!!!
Mungkin masih banyak yang ingin aku sampaikan kepada pemimpin bangsa ini, melainkan hanya ingin menjawab rasa bingungku terhadap permainan politik yang carut marut, permainan media yang tak lagi punya etika, permainan ekonomi yang compang camping.
Fenomena yang terjadi memang : 1 orang dari negatif berubah ke positif karena mata hatinya telah mendapat petunjuk, namun 10 orang dari positif ke negatif karena ada peluang yang terbuka lebar dan karena tak lagi punya rasa malu terhadap diri sendiri, keluarga,dan juga TUHAN nya.
Pondasi utama dalam memperbaiki bangsa adalah : AGAMA, apapun agamanya selama ajarannya untuk berbuat baik , saling toleransi tanpa tendensi apapun, maka seluruh sikap dan pemikiran umatnya akan menjadi baik. Dan bangsa yang memiliki umat yang baik maka seluruh komponen negeri akan terpancar aura positif dan mendatangkan Rahmat dari Tuhan YME. Segala godaan ujian merupakan ukuran seberapa kokoh mental dari umat manusia.
[surat untuk INDONESIA]
1. Seberapa peduli Negara terhadap anak bangsa yang berprestasi ???
2. Seberapa keras usaha yang dikeluarkan oleh negara untuk menciptakan anak bangsa yang produktif dan mandiri ???
3. Seberapa pantaskah wakil rakyat disebut sebagai Dewan yang terhormat, sementara yang diwakilinya sama sekali jauh dari hidup nikmat ???
4. Seberapa adilkah hukum dinegeri ini bagi semua kalangan tak terkecuali ???
5. Seberapa cepat respon yang akurat terhadap kejadian-kejadian ekonomi,politik,media, issue SARA, dan hal-hal yang notabene membuat ketenangan dan kejayaan bangsa terusik ???
6. Seberapa niatnya negara mengakhiri kejayaan Korupsi di negeri yang tercinta ini ???
7. Seberapa tegas seorang pemimpin berani mengambil sikap demi kepentingan bangsa dan negara. meski dicerca orang banyak ???
8. Seberapa besar keinginan bagi seluruh bangsa untuk merubah sikap, merubah mental, merubah cara hidupnya yang malas untuk menjadi bangsa yang modern, cerdas, maju dan kompetitif ???
9. Seberapa peka terhadap perubahan yang terjadi begitu cepat, begitu tak terduga, sehingga sikap-sikap untuk mengatasi cepatnya perubahan dapat segera diambil dengan cepat, tepat, dan akurat ?? tanpa memberi ruang bagi orang-orang keparat dan bejat!!!
Mungkin masih banyak yang ingin aku sampaikan kepada pemimpin bangsa ini, melainkan hanya ingin menjawab rasa bingungku terhadap permainan politik yang carut marut, permainan media yang tak lagi punya etika, permainan ekonomi yang compang camping.
Fenomena yang terjadi memang : 1 orang dari negatif berubah ke positif karena mata hatinya telah mendapat petunjuk, namun 10 orang dari positif ke negatif karena ada peluang yang terbuka lebar dan karena tak lagi punya rasa malu terhadap diri sendiri, keluarga,dan juga TUHAN nya.
Pondasi utama dalam memperbaiki bangsa adalah : AGAMA, apapun agamanya selama ajarannya untuk berbuat baik , saling toleransi tanpa tendensi apapun, maka seluruh sikap dan pemikiran umatnya akan menjadi baik. Dan bangsa yang memiliki umat yang baik maka seluruh komponen negeri akan terpancar aura positif dan mendatangkan Rahmat dari Tuhan YME. Segala godaan ujian merupakan ukuran seberapa kokoh mental dari umat manusia.
[surat untuk INDONESIA]
09 December 2010
Kisah tentang Hujan
Aw Ib
"Engkau memikatku dengan pelukanmu yang membekukan darahku,
Engkau yang meredupkan cahaya siang hingga luluh bersimpuh,
Tiap detik kau berikan jutaan denting suaramu untuk aku renungkan,
(-Judul : Hujan-)"
Itulah yang aku persembahkan pada hujan yang telah turun dikota budaya (*.solo) sejak hampir satu minggu secara berturut-turut saat ini, seperti membius setiap langkahku aku teringat masa indah disaat usia SD hingga STM dulu, aku lampiaskan kejenuhanku melalui basuhan air hujan yang menikamku berkali-kali, sepertinya aku rindu saat itu, ketika semuanya seperti membuatku damai dalam pelukan hujan.
Terkadang hujan menyisakan lukisan untuk cahaya matahari langit yang mulai meredup, goresan tinta nirwana yang berjejer sempurna ciptaan Yang Maha Esa, sore ini aku biarkan lagi tubuhku tersirami oleh air langit, walaupun begitu tetap kurasakan dingin yang semakin memelukku erat-erat dan kian dekat, pecah rasa gerah dalam otakku yang telah lama membuat aku terjerat rasa bosan. Sebuah sihir yang terkira disaat hujan memberikan aku kesempatan untuk menikmati suasananya kembali.
"Engkau memikatku dengan pelukanmu yang membekukan darahku,
Engkau yang meredupkan cahaya siang hingga luluh bersimpuh,
Tiap detik kau berikan jutaan denting suaramu untuk aku renungkan,
(-Judul : Hujan-)"
Itulah yang aku persembahkan pada hujan yang telah turun dikota budaya (*.solo) sejak hampir satu minggu secara berturut-turut saat ini, seperti membius setiap langkahku aku teringat masa indah disaat usia SD hingga STM dulu, aku lampiaskan kejenuhanku melalui basuhan air hujan yang menikamku berkali-kali, sepertinya aku rindu saat itu, ketika semuanya seperti membuatku damai dalam pelukan hujan.
Terkadang hujan menyisakan lukisan untuk cahaya matahari langit yang mulai meredup, goresan tinta nirwana yang berjejer sempurna ciptaan Yang Maha Esa, sore ini aku biarkan lagi tubuhku tersirami oleh air langit, walaupun begitu tetap kurasakan dingin yang semakin memelukku erat-erat dan kian dekat, pecah rasa gerah dalam otakku yang telah lama membuat aku terjerat rasa bosan. Sebuah sihir yang terkira disaat hujan memberikan aku kesempatan untuk menikmati suasananya kembali.
30 October 2010
Forgive me if disappoint you
Baru kali ini kurasakan, betapa sulit untuk menjadi seorang profesional dalam bekerja dan kehidupan pribadi, disaat keduanya memiliki arti yang sama kuat. Kerja : walaupun aku tidak nyaman ditempat ini, tapi aku tidak ingin bertindak tidak profesional, karena menurutku profesional dalam kerja adalah pilihan yang harus aku ambil. Seperti disaat sekarang, problem BTS Down yang sudah 3x24 Jam terjadi, harus kesana kemari dari hop satu ke hop satunya lagi, sampai mual rasanya otak ini untuk memikirkan apa yang sebenarnya terjadi, pengecekan satu persatu dilakukan hingga ku lakukan tiga kali. Di hari kedua semuanya semakin membuat aku frustasi.. Namun Allah SWT sepertinya memberikan jalan kemudahan di hari ketiga ini. Problem link telah terdeteksi, dengan buah kesabaran dan pengorbanan pulang pagi jam 01:30 WIB , jam 03:30, dan jam 00:15 WIB membuat semakin mengerti untuk apa yang disebut dengan tanggungjawab, dan untuk kesekian kali ini aku benar-benar membuktikan bahwa aku bukanlah orang yang dengan mudah menyerah.
Tetapi ada hal yang membuatku menjadi lebih frustasi ketika aku secara tidak sengaja di CAP sebagai munafik (tidak tepat janji), untuk masalah ini aku kaget, pribadi atau job?? keduanya harus aku kerjakan, tetapi lokasinya sangat berjauhan, aku sangat linglung dan dikerubuti kebingungan. Dengan tegas lemas aku memilih job, dan mengesampingkan urusan pribadi yang notabene aku sangat kecewa membaca judge "ingkar janji".
Tetapi ada hal yang membuatku menjadi lebih frustasi ketika aku secara tidak sengaja di CAP sebagai munafik (tidak tepat janji), untuk masalah ini aku kaget, pribadi atau job?? keduanya harus aku kerjakan, tetapi lokasinya sangat berjauhan, aku sangat linglung dan dikerubuti kebingungan. Dengan tegas lemas aku memilih job, dan mengesampingkan urusan pribadi yang notabene aku sangat kecewa membaca judge "ingkar janji".
Subscribe to:
Posts (Atom)

