Home

17 June 2008

Tujuh pelajaran

Mendengarkan lantunan gending jowo yang ngalaras,
melihat aliran sungai bengawan solo yang deras,
kini kembali lagi menjadi fiksi antara jati diri,
pelan,kencang,sabar dan berharap berganti,

sepenggal puisi di atas menggambarkan sedikit tentang panorama yang bergejolak
di balik pucatnya wajah, dan semrawutnya tampilan rambut.
pertanyaan demi pertanyaan dari orang-orang sekitar hanya terjawab sekilas basi,
seakan sudah tidak ada lagi pompa pemacu semangat jiwa yang pudar,
warna pelangi yang dulu pernah menjadi tongkat pegangan dalam meniti langit,
kini menjadi dilema sekembalinya dari atas awan biru.
[inspirasi : sangsakala dan genderang perang]

No comments: